Pada tahun 2026, Jawa Timur menerima 120 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, yakni 90 murid dari Sabah, Malaysia, 18 murid dari Kuala Lumpur, lima murid dari Johor Bahru, serta tujuh murid dari Jeddah, Arab Saudi.
Saat kegiatan pembekalan berlangsung, sebanyak 92 murid telah tiba di Jawa Timur. Sementara 10 peserta dijadwalkan datang pada hari berikutnya, sedangkan sisanya akan menyusul pada 8 dan 9 Juli karena masih menyelesaikan dokumen perjalanan.
“Yang dari Kuala Lumpur kenapa belum bisa hadir hari ini karena masih pada proses pemenuhan dokumen,” kata Khofifah.
Selama menempuh pendidikan di Jawa Timur, para peserta akan belajar di 29 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota, terdiri atas 18 SMA dan 11 SMK. Seluruh sekolah dipilih berdasarkan kualitas pendidikan dan kesiapan mendampingi peserta selama proses adaptasi.
Khofifah optimistis para peserta memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi seperti murid lainnya. Ia mencontohkan keberhasilan peserta Program ADEM Papua yang pada tahun ini banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional.
“Anak-anak ADEM ini memiliki prestasi yang sangat bagus. Artinya mereka punya peluang yang sama dengan saudara-saudaranya untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik,” ungkapnya.