Dari sisi kesejahteraan, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen dibandingkan 9,30 persen pada September 2025. Secara jumlah, penduduk miskin berkurang sebanyak 92.060 jiwa, dari 3.804.290 jiwa menjadi 3.712.230 jiwa.
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah masyarakat miskin, tetapi juga meningkatnya kualitas hidup mereka.
Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur juga menurun menjadi 3,42 persen. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 24,46 juta orang atau bertambah sekitar 205.530 orang dibandingkan periode sebelumnya.