Ia menjelaskan, ketahanan pangan menjadi salah satu tema yang diusung dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi pada pagi hari.
Pesan tersebut sekaligus untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga ketersediaan pangan membutuhkan peran serta berbagai elemen, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga pemerintah dan jajaran Forkopimda.
“Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat Jawa Timur bahwa peran serta para petani, para nelayan, para peternak, seluruh jajaran Forkopimda ini sudah menjadikan Jawa Timur tertinggi produksi padi, beras, jagung, juga telur, begitu juga daging sapi,” jelasnya.
Khofifah menilai capaian produksi berbagai komoditas tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kondisi itu, kata dia, menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat kedaulatan pangan secara berkelanjutan.
“Ini menjadi bagian dari syukur nikmat kita, sinergitas kita semuanya sehingga menjadikan Jawa Timur ini siap, tidak hanya ketahanan pangan tapi kedaulatan pangan berkelanjutan,” katanya.