Sebagai bentuk penghargaan, UM Surabaya juga membuka kesempatan bagi Sondos untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di kampus yang sama.
Sondos datang ke Indonesia melalui beasiswa Lazizmu Jawa Timur. Dalam orasinya, ia mengaku bersyukur bisa menyelesaikan studi di UM Surabaya meski keluarganya masih berada di Gaza yang dilanda perang.
“Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah kedua bagi saya. Saya mohon doa untuk keluarga saya di Palestina,” ungkapnya haru.