Tak hanya itu, Kemendikdasmen tengah menggodok rencana agar pendidikan SMK berlangsung selama empat tahun, dengan tahun keempat difokuskan untuk persiapan kerja langsung di dunia industri. Model ini sudah diuji coba di beberapa sekolah di Semarang.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya SMK berbasis keunggulan lokal.
“Jangan sampai daerahnya punya potensi kopi, malah sekolah jurusan komputer,” ujarnya menegaskan.
Selain meningkatkan daya saing global, konsep ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya wirausaha muda daerah yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus berdaya saing internasional.