“Bantuan kami bukan hanya buku dan rak, tapi juga semangat membaca dan kebersamaan. Literasi harus menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan rasa ingin tahu,” tegas Prof. Aminuddin.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Perpusnas menyalurkan bantuan ke 150 Sekolah Rakyat yang meliputi:
1.500 judul buku untuk jenjang SD dan SMP,
1.000 judul buku untuk SMA,
250 judul buku digital,
serta 142 kios baca digital yang terhubung dengan koleksi nasional.
Tak berhenti di sana, Perpusnas juga melakukan survei kondisi literasi di 150 Sekolah Rakyat. Hasilnya, masih banyak sekolah yang belum memiliki ruang, tenaga, atau sarana perpustakaan memadai. Data ini menjadi dasar untuk membangun model bantuan yang berkelanjutan.