Adapun MAN Kejuruan atau Vokasi, kata Romo Syafi’i, diproyeksikan mencetak lulusan siap kerja dengan bekal keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, tanpa meninggalkan fondasi keislaman.
“Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga memiliki skill teknis yang relevan dengan pasar kerja,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan rencana Kemenag membentuk Direktorat Vokasi yang akan secara khusus memetakan dan mengembangkan kebutuhan madrasah agar kurikulum dan lulusannya lebih adaptif terhadap dunia kerja dan era disrupsi.
“Pembentukan Direktorat Vokasi menjadi langkah konkret agar madrasah tidak gagap menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.
Melalui skema tiga tipologi madrasah di setiap provinsi, Kemenag berharap pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud, sekaligus membuka peluang lahirnya generasi teknokrat, ulama, dan profesional berkarakter Islami dari madrasah di seluruh Indonesia. (ivan)