Aries menambahkan, KomDigi bekerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri (DUDI) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja digital secara riil. Namun, lulusan tetap perlu kompetensi tambahan dan sertifikasi agar siap diterima dunia industri. “Siswa SMA dan SMK yang tertarik teknologi bisa ikut pelatihan, lalu mendapatkan sertifikat setelah lulus,” imbuhnya.
Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan masuk dalam talent pool KomDigi, yang dapat diakses langsung oleh dunia usaha dan industri untuk rekrutmen. “Kalau mereka lulus dan masuk talent pool, industri bisa langsung melihat dan mengambil yang sesuai,” kata Aries.
Aries menegaskan, Dinas Pendidikan Jatim bergerak cepat untuk memaksimalkan sosialisasi program ini. Kepala Pusat Talenta KomDigi juga hadir langsung untuk mempercepat pemetaan peserta. Pendaftaran terbuka tanpa batasan jumlah hingga Mei 2026, dan peserta tidak diwajibkan memiliki sertifikasi awal.
“Mereka bisa langsung daftar, ikut pelatihan, dan otomatis dapat sertifikat setelah lulus,” tegasnya.