Khofifah Puji SMKN 1 Buduran, Lulusan Siap Kerja Bahkan Direkrut Sebelum Wisuda

pendidikan | 10 Februari 2026 14:14

 

Ia menyebut siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga melayani masyarakat secara langsung sesuai kompetensi keahlian. Mulai dari tata boga yang membuka resto dan kafe untuk umum, perhotelan, tata busana, hingga kecantikan dan tata rambut.

 

“Bukan sekadar magang, mereka benar-benar praktik melayani publik. Kepercayaan diri tumbuh karena sudah terbiasa berhadapan dengan pelanggan,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa tingginya serapan lulusan SMK sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, khususnya digitalisasi.

 

“Perhotelan, pariwisata, kuliner, dan tata busana tidak pernah habis. Sekarang ditopang pemasaran digital, pasarnya makin luas,” kata Aries.

 

Ia mencontohkan produk tata boga dan karya busana siswa yang telah dipasarkan secara online. Menurutnya, siswa tidak hanya disiapkan menjadi tenaga kerja industri, tetapi juga wirausaha mandiri.