Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengetahuan sekaligus motor inovasi.
“Universitas menjadi jembatan antara kebijakan global dan aksi lokal. Kontribusi akademik harus nyata dan terukur,” tegasnya.
Tak hanya forum diskusi, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa melalui kompetisi film pendek bertema keberlanjutan. Langkah ini dinilai efektif membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Duta Besar RI sekaligus Gubernur Indonesia untuk Dewan Gubernur ASEF, Andri Hadi, menekankan bahwa kerja sama Asia-Eropa kini tak lagi sekadar soal diplomasi dan ekonomi.
“Perubahan iklim dan krisis air tidak mengenal batas negara. Respons kolektif yang kuat menjadi keharusan,” katanya.