Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu menegaskan kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga ketahanan karakter dan kedaulatan pangan nasional.
“Nasionalisme adalah salah satu alat ketahanan kita sebagai bangsa. Yang menjaga kita utuh menjadi suatu bangsa, tidak hanya alutsista yang modern, tetapi juga kedaulatan pangan dan ketahanan karakter kebangsaan kita,” katanya.
Ia menambahkan, nilai nasionalisme sejatinya telah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan. Gagasan Trisakti Presiden Soekarno disebutnya masih relevan diterapkan hingga saat ini.
“Kalau kita mau menjadi bangsa yang merdeka secara utuh, inklusif, berkeadilan dan sejahtera, maka kita harus berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tutur Cahyo.