Dindik Jatim Gandeng HGI Research Centre Siapkan Generasi Unggul di Era Digital

pendidikan | 16 Juni 2026 20:38

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, industri digital saat ini menjadi salah satu sektor penting yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jatim berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” kata Aries.

Selain melakukan penandatanganan kerja sama dan diskusi, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Tiongkok. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi, pengembangan gim, media digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian budaya.

Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District Shanghai, Wang Zhenfei, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah Shanghai terhadap pengembangan pendidikan dan kerja sama internasional.

“Hal ini memberikan gambaran mengenai bagaimana pendidikan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga keterkaitannya dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Zhenfei menjelaskan bahwa Putuo memiliki sekitar 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100 ribu siswa dan sekitar 12 ribu tenaga pendidik serta kependidikan. Sejak 2020, wilayah tersebut telah mengimplementasikan pendidikan kecerdasan buatan dan menjadi salah satu dari tiga kawasan percontohan pendidikan AI di Shanghai.

Menurutnya, sistem pendidikan vokasi modern terus diperkuat untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja global, wawasan internasional, serta pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan dunia industri. (nov)