Pembahasan juga menyoroti strategi membangun perguruan tinggi yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas kelembagaan. Dalam forum tersebut, karakter UNKAFA sebagai kampus berbasis pesantren mendapat perhatian khusus dari delegasi UiTM.
Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi menilai model pendidikan yang diterapkan UNKAFA memiliki keunikan tersendiri karena mengintegrasikan sistem perguruan tinggi dengan tradisi pesantren.
“Kami melihat ini sebagai kekuatan dan identitas yang sangat potensial untuk dikenal di tingkat internasional. Dengan distingsi tersebut, UNKAFA memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kampus yang memiliki daya saing global,” ujarnya.
Menurutnya, visi UNKAFA sebagai Leading Turath University menjadi modal penting dalam membangun reputasi akademik internasional. Pengembangan khazanah keilmuan Islam klasik atau turath dinilai dapat menjadi identitas yang memperkuat posisi UNKAFA dalam menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dunia.
Selain penguatan kelembagaan, seminar juga membahas strategi internasionalisasi melalui peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, pengembangan jejaring akademik, hingga penyelenggaraan program kolaboratif lintas negara.