Khofifah Apresiasi Daerah Penggerak Perlindungan Anak di Jawa Timur

pendidikan | 29 Juli 2026 19:00

Khofifah Apresiasi Daerah Penggerak Perlindungan Anak di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota dan Forum Anak Daerah berprestasi pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan. (dok kominfo)

PASURUAN, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota dan Forum Anak Daerah pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Timur 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam memperkuat perlindungan anak. Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan HAN bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Selasa, (28/7/2026).

 

Penghargaan diberikan kepada daerah yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas perlindungan anak di Jawa Timur. Untuk kategori Peningkatan Indeks Perlindungan Anak (IPA), Kabupaten Gresik meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Sidoarjo di posisi kedua, dan Kota Kediri di peringkat ketiga. Dilansir darj kominfojatim.go.id, Rabu, (29/7/2026).

 

Sementara itu, pada kategori Lomba Video Kampanye Kreatif Forum Anak Daerah, Forum Anak Daerah Karunia Laksamana berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih Forum Anak Daerah Adhikara Nawasena, sedangkan juara ketiga diraih Forum Anak Daerah Fakom.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan Puncak HAN ke-42 Tahun 2026. Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi anak, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital.

 

“Tantangan kita saat ini adalah penggunaan media sosial yang tidak bijaksana karena anak-anak hidup di dua ruang, yaitu ruang fisik dan ruang digital. Di ruang fisik mereka membutuhkan keluarga yang hangat, komunikatif, dan menyejukkan. Sedangkan di ruang digital, mereka harus mendapatkan ruang yang aman,” ujarnya.