Menurutnya, mahasiswa Program Studi Kepelatihan Olahraga memiliki ruang belajar yang luas karena kompetensi mereka berkaitan erat dengan pembinaan olahraga prestasi. Lingkungan Puslatda dinilai menjadi salah satu tempat yang tepat untuk mengenalkan mahasiswa terhadap proses pembinaan atlet secara profesional.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan berinteraksi dengan pelatih serta mengikuti berbagai tahapan pembinaan atlet. Kegiatan tersebut meliputi penyusunan program latihan, pelaksanaan latihan, hingga evaluasi perkembangan atlet.
“Mereka sudah bertemu langsung dengan para pelatih untuk bisa melaksanakan kegiatan kurang lebih selama dua bulan,” ujarnya.
Sebanyak 14 mahasiswa PKO ditempatkan pada enam cabor, yakni renang, muay thai, IBCA MMA, pencak silat, taekwondo, dan wushu.