Suko menekankan pentingnya penyesuaian metode pembelajaran agar para pemangku kepentingan pendidikan tidak tertinggal oleh zaman. Terlebih lagi, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berstandar internasional melalui keberadaan sekolah unggulan dan pondok pesantren yang diminati peserta didik dari berbagai negara.
Atas dasar itu, Suko berharap komposisi Dewan Pendidikan periode mendatang tidak hanya didominasi oleh praktisi pendidikan semata, melainkan juga melibatkan beragam unsur masyarakat seperti pengusaha, seniman, hingga budayawan.
"Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan. Saya berharap komposisinya lengkap, termasuk budayawan, terutama untuk persoalan etika dan sebagainya," tutur Suko.