Khofifah juga mengingatkan para siswa agar tidak merasa terbebani secara berlebihan oleh pelaksanaan TKA. Ia berpesan agar peserta ujian tetap tenang, percaya diri, serta mengedepankan nilai-nilai kejujuran.
“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh dan mengerjakan dengan jujur,” tambahnya.
Menanggapi arahan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mencegah potensi gangguan teknis yang dapat memecah konsentrasi siswa.