PUSTAKA BOOKS

Cak Nur Arek Suroboyo

Sebuah Biografi Drs. Nurwiyatno, M.Si

Sejumlah karakter bisa dipakai mengidentifikasi ciri-ciri Arek Suroboyo. Misalnya, egaliter, suka bicara blak-blakkan, pejuang tangguh, bonek alias bondo nekat, tapi sebenarnya berhati lembut dan suka menolong alias dermawan. Karakter itu pula yang melekat pada diri Cak Nur.

Ya, Nurwiyatno.

Arek Suroboyo yang sejak kecil hidup dengan tradisi dan kultur budaya di daerah yang menjadi tonggak perjuangan melawan penjajah. Bukan hanya Kolonialisme Belanda atau Jepang, tapi penjajahan dalam bentuk lain yang membelenggu masyarakat. Karakter arek itu memberi napas bagi para pejuang. Baik dulu maupun sekarang.

Roh pejuang itu pula yang menjadikan hidup Cak Nur tidak gentar menghadapi tantangan. Seberat apa pun. Sejak kecil Cak Nur sudah dididik mandiri dalam asuhan seorang Ibu dan Kakaknya yang satu kata untuk menjadikan Cak Nur sebagai Arek Suroboyo yang sukses dan selalu mengabdi untuk bangsa dan negara.

Sepanjang kenangan soal perjalanan hidup Cak Nur dalam buku ini menunjukkan bukti bahwa hidup bagai roda pedati. Kadang di bawah, kadang pula di atas. Cak Nur bersama keluarga dan teman-temannya merupakan kaum dhuafa yang tanpa lelah, sabar, dan tawakal terus berusaha meraih hidup lebih baik. Lebih sejahtera. Mereka menerima posisi bagian bawah roda pedati itu.

Namun roda itu tidak diam. Terus bergerak. Di bawah naungan doa orang tua, Cak Nur pun terus saja melangkah. Tak pernah surut berjuang, hingga akhirnya doa-doa Sang Ibu pun dikabulkan oleh Allah SWT dan dia berhasil dalam setiap langkahnya. Mulai sukses bidang pendidikan, merintis usaha dari loper koran, berjualan bakso saat mahasiswa, hingga bisnis jual beli mobil, property, dan kuliner, hingga kariernya melejit di birokrasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Jumlah Halaman
Tanggal Terbit
ISBN
Bahasa
Penerbit
Berat
kg
Lebar
cm
Panjang
cm
RILIS BARU