SURABAYA, PustakaJC.co – Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam wujud perempuan-perempuan masa kini yang tak hanya berdaya, tetapi juga menjadi penopang kuat dalam keluarga dan masyarakat. Salah satu potret nyata itu hadir dalam diri Dwikisworo Setyowireni, sosok perempuan yang dengan ketulusan dan keteguhan hati mendampingi langkah pengabdian suaminya, Hasto Wardoyo.
Dalam momentum Hari Kartini, Reni—sapaan akrabnya—memaknai perempuan masa kini sebagai pribadi yang mampu menyeimbangkan peran domestik dan sosial. Baginya, perempuan tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Hal itu tercermin dari kiprahnya sebagai dokter spesialis anak yang konsisten memperjuangkan kesehatan anak, terutama dalam upaya memerangi penyakit TBC yang masih menjadi ancaman serius.

Reni menaruh perhatian besar pada isu kesehatan anak, termasuk keterkaitan antara TBC dan stunting. Ia bahkan kerap mendorong pentingnya deteksi dini melalui fasilitas seperti mobil rontgen keliling. Dedikasi ini tidak hanya lahir dari profesinya, tetapi juga dari nilai kemanusiaan yang ia pegang teguh sejak lama.