Di sisi lain, ia juga aktif mengembangkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Kegiatan spiritual seperti suluk, tawajuhan, hingga baiat rutin digelar dan menarik jamaah dari berbagai daerah. Sanad tarekat yang ia pegang tersambung panjang hingga Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Tak hanya di pesantren, KH Salman juga aktif di organisasi keagamaan. Ia pernah menjadi bagian dari Majelis Ifta’ Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), serta menjabat Rais Syuriyah dan Mustasyar PCNU Klaten.
Di tengah masyarakat, ia dikenal sederhana dan membumi. Bahkan, ia turut mengembangkan sektor pertanian di Popongan dan dikenal sebagai petani yang tekun.