Roehana Koeddoes

Dari Dapur Minang ke Ruang Redaksi, Kisah  Sang Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

tokoh | 18 Juni 2026 06:55

 

Di era ketika suara perempuan masih sering diabaikan, Roehana justru menjadikan pena sebagai alat perjuangan. Melalui tulisan-tulisannya, ia mendorong perempuan agar berani belajar, berpikir kritis, dan mengambil peran dalam pembangunan masyarakat.

 

Tak hanya di dunia jurnalistik, Roehana juga dikenal sebagai pendidik. Ia mendirikan Kerajinan Amai Setia, sebuah sekolah yang mengajarkan baca tulis, keterampilan, hingga pengelolaan ekonomi rumah tangga bagi perempuan. Gagasan tersebut tergolong revolusioner pada masanya karena membuka peluang perempuan menjadi mandiri secara ekonomi.

 

Perjuangannya tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menghadapi penolakan dari sebagian kalangan yang menganggap perempuan tidak perlu mendapatkan pendidikan tinggi. Namun Roehana memilih terus melangkah dan membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi agen perubahan.