Selain Thailand, nomor SSL47 juga diikuti tim dari Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Myanmar. Kelas ini menggunakan perahu layar sepanjang 47 kaki yang menuntut teknik tinggi, kekuatan fisik, serta kerja sama tim.
Tak hanya berlayar, Ratu Suthida juga dikenal aktif dalam olahraga lari dan baru saja menuntaskan half-marathon 21 kilometer pada akhir November. Kehadirannya di SEA Games sekaligus melanjutkan tradisi keluarga kerajaan Thailand di cabang layar, yang dirintis mendiang Raja Bhumibol Adulyadej sejak era 1960-an.
Dari Brunei Darussalam, sorotan tertuju pada Pangeran Abdul Mateen dan Putri Azemah Ni’matul Bolkiah. Pangeran Mateen, atlet polo berusia 34 tahun, sebelumnya telah menyumbangkan medali perunggu pada SEA Games 2017 dan 2019. Sementara Putri Azemah, 41 tahun, menjadi kapten tim nasional polo Brunei dan dikenal sebagai salah satu atlet perempuan paling berpengaruh di cabang tersebut.
Kehadiran para bangsawan ini menegaskan bahwa SEA Games 2025 bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga panggung unik yang mempertemukan sportivitas, tradisi, dan simbol persatuan kawasan Asia Tenggara. (ivan)