Ia menambahkan, pengelola telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pengaturan arus peziarah, peningkatan kebersihan area makam, hingga koordinasi dengan petugas keamanan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan.
Ramainya kunjungan wisata religi ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar, khususnya pelaku UMKM, pedagang makanan, penjual cenderamata, serta jasa transportasi lokal.
“Kami berharap momen ini benar-benar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata religi,” kata Abdul Wahhab.