Aktivitas wisata lokal yang meningkat justru berbanding terbalik dengan tingkat keterisian bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola terminal, terutama di tengah tekanan ekonomi yang turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Meski volume penumpang menurun, pihak pengelola tetap melakukan pengawasan ketat terhadap operasional armada. Penyesuaian jadwal dan koordinasi harian dengan perusahaan otobus terus dilakukan agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Terminal Purabaya juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mendorong peningkatan kualitas layanan. Penyediaan armada modern, seperti bus super executive hingga bus sleeper, menjadi salah satu upaya untuk menarik kembali minat masyarakat menggunakan transportasi bus.
“Kami terus berkoordinasi dengan PO agar layanan semakin nyaman dan relevan dengan kebutuhan penumpang,” pungkas Verie. (ivan)