Selain perawatan fisik, pengelolaan jembatan kini didukung teknologi sensor modern. Sistem ini mampu merekam data teknis secara real time, seperti getaran, pergeseran, dan tegangan pada elemen struktur jembatan. Data tersebut kemudian dianalisis tim teknis untuk memastikan kondisi jembatan tetap stabil dan aman.
Pengawasan di lapangan juga diperkuat melalui pemeriksaan rutin oleh penilik jalan dan patroli keamanan Satker PJBH Suramadu. Dengan sistem ini, potensi kerusakan dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani dalam waktu maksimal 1x24 jam.
Dalam aspek keamanan, Satker PJBH Suramadu turut bersinergi dengan aparat kepolisian. Kerja sama ini terbukti efektif, salah satunya dalam menggagalkan upaya pencurian kabel di area jembatan, sehingga fungsi infrastruktur vital tersebut tetap terjaga.
“Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama. Dengan seluruh kegiatan preservasi yang dilakukan, kami menegaskan Jembatan Suramadu aman dan layak digunakan,” tegas Suparyanto.
Sebagai penghubung utama antara Surabaya dan Madura, Jembatan Suramadu tidak hanya menjadi ikon infrastruktur nasional, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan. (ivan)