Pembayaran Parkir Digital di Tunjungan Belum Jadi Pilihan Utama, Pengunjung Masih Andalkan Tunai

wisata | 19 April 2026 21:34

Pembayaran Parkir Digital di Tunjungan Belum Jadi Pilihan Utama, Pengunjung Masih Andalkan Tunai
MENGATUR KENDARAAN - Seorang petugas juru parkir di Jalan Tanjung Anom, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, merapikan satu persatu kendaraan sepeda motor, milik pengunjung Kawasan Wisata Tunjungan, Jumat (17/4/2026) pukul 14.30 WIB. Titik Parkir di Jalan Tanjung Anom masuk kawasan pembayaran secara digital. Namun juru parkir menerima pembayaran uang tunai, lantaran faktor kenyamanan pengunjung. (dok tribunjatim)
SURABAYA, PustakaJC.co – Implementasi pembayaran parkir digital di kawasan wisata Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, belum sepenuhnya menjadi pilihan utama bagi pengunjung. Meski telah disediakan sistem non-tunai melalui pemindaian QRIS, mayoritas masyarakat masih cenderung menggunakan uang tunai saat membayar parkir. Minggu, (19/4/2026). 
 
 
Sejumlah pengunjung mengaku bahwa kebiasaan menjadi faktor utama tetap digunakannya metode pembayaran konvensional tersebut. Selain itu, kepraktisan dinilai lebih tinggi karena tidak perlu membuka aplikasi di ponsel. Demikian dilansir dari jatim.tribunnews.com, Minggu, (19/4/2026). 
 
 
Salah satu pengunjung, Muhammad Fachrul Misbah (24), menyampaikan bahwa dirinya selalu menyiapkan uang receh untuk kebutuhan parkir. Menurutnya, penggunaan pembayaran digital hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti saat tidak memiliki uang tunai.
 
“Kalau pakai QRIS harus buka aplikasi dulu, jadi agak ribet. Tunai lebih cepat,” ujarnya saat ditemui di kawasan Tunjungan, Jumat (17/4/2026).