Di tengah tantangan global, Ni Luh Puspa juga mengajak pelaku industri pariwisata untuk memperkuat pasar wisatawan dari negara-negara tetangga. Menurutnya, pasar short-haul dan medium-haul dapat menjadi alternatif untuk mengimbangi penurunan kunjungan dari kawasan yang terdampak gejolak geopolitik.
“Perkuat bagaimana agar short-haul dan medium-haul ini bisa mengalami peningkatan. Ini bisa menjadi substitusi dari pasar Eropa, Amerika maupun Timur Tengah yang mengalami penurunan akibat situasi geopolitik,” katanya.
Ia mengungkapkan wisatawan dari pasar jarak dekat dan menengah menunjukkan tren peningkatan sepanjang triwulan pertama 2026. Sebaliknya, beberapa pasar Timur Tengah mengalami penurunan jumlah kunjungan ke Indonesia.
Karena itu, Wamenpar mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata tetap optimistis dan memperkuat kolaborasi agar peluang yang muncul di tengah berbagai tantangan global dapat dimanfaatkan secara maksimal. (ivan)