Perajin sekaligus pemilik toko keramik di kawasan tersebut, Siono Nur Rizky, mengatakan kunjungan wisata edukasi masih cukup tinggi. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga siswa taman kanak-kanak, pelajar sekolah dasar, hingga mahasiswa.
"Masih banyak yang ke sini, mereka belajar juga membuat keramik," ujarnya.
Menurut Siono, masyarakat yang ingin melihat proses produksi keramik dapat langsung datang ke lokasi tanpa persyaratan khusus. Namun bagi mahasiswa yang melakukan penelitian atau kebutuhan akademik lainnya, biasanya diwajibkan membawa surat pengantar resmi dari kampus.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kampung Keramik Dinoyo tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memperkenalkan proses produksi kerajinan tradisional kepada generasi muda.