Pemerintah China juga menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional dan penguatan identitas bangsa.
Hal itu terlihat dalam peringatan Hari Warisan Budaya dan Alam China yang jatuh pada 14 Juni 2026 dengan melibatkan lebih dari 7.000 kegiatan daring maupun luring di berbagai daerah.
Melalui pendekatan tersebut, China berupaya memastikan peninggalan sejarah tidak hanya menjadi benda masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini.
Desa Baling pun menjadi contoh bagaimana warisan budaya kuno dapat tetap terjaga tanpa harus terpisah dari lingkungan dan aktivitas masyarakat yang mengelilinginya.
(int)