Museum Syaikhona Kholil Diresmikan Jadi Wisata Religi Nasional

wisata | 18 Juli 2026 09:29

Museum Syaikhona Kholil Diresmikan Jadi Wisata Religi Nasional
Pemotongan pita secara simbolis menandai peresmian Museum Syaikhona Muhammad Kholil oleh KH. Drs. Syafik Rofi’i, KH. Mohammad Makki Nasir, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur Tiat S. Suwardi, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan di Pondok Pesantren Al-Anwar Al-Cholily, Bangkalan. (dok kominfo)

BANGKALAN, PustakaJC.co – Museum Syaikhona Muhammad Kholil di lingkungan Pondok Pesantren Al-Anwar Al-Cholily, Bangkalan, resmi dibuka untuk umum, Jumat, (17/7/2026). Kehadiran museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah keislaman sekaligus destinasi wisata religi berskala nasional.

 

Peresmian dihadiri dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil, jajaran pimpinan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bangkalan, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tiat S. Suwardi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (18/7/2026).

 

Acara diawali dengan pembukaan oleh KH Mohammad Faidhol Anwar, kemudian dilanjutkan peninjauan museum. Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Kabupaten Bangkalan, KH Mohammad Makki Nasir, yang juga merupakan dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil, menyampaikan harapannya agar museum tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

 

“Semoga Museum Syaikhona Muhammad Kholil mampu mencetak generasi yang mencengkeram nilai-nilai agama dan bangsa di tengah derasnya arus global,” ujarnya.