Mangrove Throne mengangkat kisah tiga kerajaan hewan yang mewakili ekosistem Surabaya, yakni Rajoboyo sebagai penguasa sungai, Ratu Sura sebagai penguasa laut, dan Pangeran Kera sebagai penjaga kawasan mangrove. Ketiganya harus bersatu menghadapi berbagai monster yang melambangkan ancaman lingkungan, seperti sampah plastik, limbah medis, hingga polusi udara.
Selain menawarkan hiburan, permainan ini juga menghadirkan unsur edukasi. Pemain tidak hanya mengumpulkan karakter, tetapi juga harus merawat hewan peliharaan virtual agar tetap sehat dan bahagia. Kemampuan karakter dapat ditingkatkan melalui kuis yang nantinya disusun bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Agus menjelaskan, kolaborasi tersebut bertujuan agar materi pelajaran sekolah dapat disampaikan melalui media yang lebih menarik sehingga anak-anak belajar sambil bermain.
Pengembang Mangrove Throne, David Hermansyah, menjelaskan game ini sengaja dibuat dalam bentuk web apps agar bisa dimainkan di berbagai jenis gawai tanpa harus mengunduh aplikasi.
“Kalau dibuat aplikasi Android atau iOS, gadget yang spesifikasinya rendah akan kesulitan. Kami memilih web apps, sehingga cukup membuka website, pemain bisa langsung bermain,” ujarnya.