Selain dukungan teknis, Inggris juga menawarkan skema pembiayaan melalui UK Export Finance, lembaga kredit ekspor milik Pemerintah Inggris. Pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi berbagai proyek infrastruktur strategis di Indonesia.
Kerja sama kedua negara juga terus diperluas melalui kemitraan MELAJU yang berfokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan, termasuk pengembangan sistem transportasi modern yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Airlangga Hartarto sebelumnya menerima kunjungan Martin Kent di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan dukungan pemerintah terhadap implementasi Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) yang telah ditandatangani pada Januari 2026 sebagai landasan penguatan hubungan ekonomi dan investasi kedua negara. (ivan)