SURABAYA, PustakaJC.co - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur menghadapkan tim gabungan pada kendala serius. Minimnya sumber air di sekitar titik api menjadi salah satu hambatan utama proses pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, rentetan kebakaran dalam beberapa pekan terakhir telah melalap ribuan hektare lahan di kawasan Gunung Bromo, Semeru, Argopuro, Arjuno, Buthak, Kawinajang, hingga sebagian Lawu. Medan terjal, angin kencang, serta terbatasnya personel kian memperberat kerja petugas di lapangan. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (16/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa jangkauan ke lokasi air sangat memengaruhi efisiensi waktu pemadaman, khususnya untuk operasi pengeboman air (water bombing) menggunakan helikopter.
"Kalau untuk sumber air pastinya ada masalah. Jangkauan jarak ini memengaruhi proses bolak-baliknya helikopter. Seperti halnya di Bromo, kita harus mengambil air dari Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Lumajang," ujar Gatot di Surabaya, Selasa, (15/9/2026).