Tiga Cara Ampuh Imam Ghazali Mengobati Penyakit Ghibah

bumi pesantren | 03 Juli 2025 05:48

Tiga Cara Ampuh Imam Ghazali Mengobati Penyakit Ghibah
Ilustrasi berbisik-bisik. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain di belakangnya bukan hanya persoalan akhlak, tetapi juga dosa besar yang bisa menghanguskan amal kebaikan. Dalam Islam, ghibah sangat dilarang dan disebut dalam Al-Qur’an setara dengan memakan daging saudara sendiri yang sudah mati.

Imam Ghazali, ulama besar abad pertengahan, telah menjelaskan cara menyembuhkan penyakit ghibah dalam kitab Al-Arba’in fi Ushulid Din. Ia menyebutkan tiga langkah yang bisa dilakukan siapa saja yang ingin menjaga lisannya dari perilaku buruk ini. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (3/7/2025).

Berikut tiga cara ampuh versi Imam Ghazali:

1.Mengingat Dosa dan Ancamannya

Menurut Imam Ghazali, langkah pertama adalah menyadari beratnya dosa ghibah. Ia menegaskan bahwa:

“Ghibah lebih cepat menghanguskan pahala seorang hamba dibanding api membakar kayu kering.”

Bahkan dalam beberapa riwayat, pahala orang yang mengghibah akan dialihkan kepada orang yang menjadi korban ghibah tersebut. Kesadaran ini bisa menjadi tameng utama sebelum tergoda membicarakan aib orang lain.

2.Mengoreksi Diri Sendiri

Langkah kedua adalah sibuk dengan aib sendiri. Imam Ghazali berkata:

“Jika seseorang punya dosa kecil, sadarilah bahwa dampaknya lebih besar untuk dirinya daripada dosa besar orang lain.”

Dengan fokus pada kekurangan diri sendiri, seseorang akan lebih mawas diri dan enggan membuka aib orang lain.

3.Tobat dan Menebus Kesalahan

Jika sudah terlanjur mengghibah, Imam Ghazali menganjurkan untuk bertobat, meminta maaf langsung jika memungkinkan, dan menggantinya dengan kebaikan.

“Jika tidak bisa menemui orang yang dighibahi, maka perbanyaklah pujian, doa, dan amal kebaikan untuknya.”

Langkah ini menjadi bentuk penebus atas dosa lisan yang mungkin luput dari perhatian kita.

Di era digital yang penuh celah untuk tergelincir dalam ghibah, tiga resep Imam Ghazali bisa menjadi panduan sederhana namun dalam maknanya. Menahan diri, memperbaiki diri, dan bertobat menjadi jalan untuk menjaga hati dan amal tetap bersih.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim). (ivan)