Lebih lanjut, Menag juga mendorong penguatan ekonomi pesantren dan pengembangan e-market berbasis masjid. Ia mencontohkan inisiatif di Masjid Istiqlal yang menggandeng perusahaan perikanan, kantor pos, dan layanan kurir.
“Kalau e-mosque ini dikembangkan, keuntungannya besar. Karena itu, BSI perlu bersinergi dengan Kementerian Agama untuk menggarap ekonomi berbasis masjid,” pungkasnya.
Ajakan Menag ini menegaskan bahwa zakat dan wakaf bisa menjadi jalan lahirnya ekonomi umat yang berdaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Santri, pesantren, dan masjid pun berpotensi menjadi motor penggerak lahirnya peradaban Islam baru dari Indonesia. (ivan)