Selain itu, Kemenag meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat kantor wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan madrasah.
“Anak-anak difabel membutuhkan perhatian, namun orang tua dan pengasuhnya juga harus mendapat dukungan,” tegas Menag.
Menag menambahkan, pembangunan fasilitas publik ke depan harus memperhatikan kebutuhan difabel, mulai dari akses toilet, sekolah, rumah ibadah, hingga perpustakaan khusus, seperti braille. Tujuannya memberikan kemandirian dan ruang kreasi bagi penyandang disabilitas.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Ketua DWP Kemenag Sinarliati Kamaruddin, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar. (ivan)