Kemenag Bangun Madrasah dan Unit Layanan Ramah Disabilitas

bumi pesantren | 11 Desember 2025 09:42

Kemenag Bangun Madrasah dan Unit Layanan Ramah Disabilitas
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (dok kemenag)

TANGERANG, PustakaJC.co - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kemenag untuk menciptakan fasilitas pendidikan dan publik yang ramah disabilitas. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Tangerang Selatan, Rabu, (10/12/2025).

 

“Kami menyiapkan sekolah khusus yang dapat diakses oleh kelompok disabilitas, lengkap dengan fasilitas dari struktur madrasah, toilet, musala, dapur, hingga alat pembelajaran yang sesuai,” ungkap Menag, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis, (11/12/2025).

 

Secara simbolis, Menag menyerahkan bantuan kepada 60 madrasah inklusi negeri dan swasta. Bantuan ini diperuntukkan bagi pengadaan sarana-prasarana pembelajaran, termasuk kendaraan antar-jemput, untuk memastikan akses pendidikan tanpa hambatan bagi peserta didik difabel.

 

 

 

Selain itu, Kemenag meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat kantor wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan madrasah.

 

“Anak-anak difabel membutuhkan perhatian, namun orang tua dan pengasuhnya juga harus mendapat dukungan,” tegas Menag.

 

Menag menambahkan, pembangunan fasilitas publik ke depan harus memperhatikan kebutuhan difabel, mulai dari akses toilet, sekolah, rumah ibadah, hingga perpustakaan khusus, seperti braille. Tujuannya memberikan kemandirian dan ruang kreasi bagi penyandang disabilitas.

 

 

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Ketua DWP Kemenag Sinarliati Kamaruddin, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar. (ivan)