PIDIE JAYA, PustakaJC.co – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan akses pendidikan bagi santri korban banjir di Aceh tetap berlanjut melalui program pendidikan gratis di Pondok Pesantren (Dayah) Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya.
Program tersebut difasilitasi langsung oleh PKB sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana, khususnya anak-anak usia sekolah. Dukungan ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh, Ruslan Daud, usai bertemu pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya Anwar Kuta Krueng, Jumat, (2/1/2026).
Ruslan Daud mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, agar partai hadir secara nyata membantu masyarakat terdampak bencana. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (3/1/2025).
“Ketua Umum DPP PKB mengapresiasi inisiatif Abiya Anwar Kuta Krueng yang membuka akses pendidikan gratis bagi santri korban banjir. Kami diminta memastikan dukungan agar program ini berjalan optimal,” ujar Ruslan Daud.
Politisi yang akrab disapa HRD itu menegaskan, musibah bencana tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Menurutnya, keberlanjutan belajar menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana.
“Gus Muhaimin menekankan agar bencana tidak memutus akses pendidikan anak-anak Aceh, khususnya santri. PKB siap memfasilitasi kebutuhan pendidikan mereka selama mondok di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng,” tegasnya.
HRD menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Aceh. Dengan tetap bersekolah, santri korban banjir diharapkan dapat bangkit dan menatap masa depan dengan lebih baik.
Sebagai informasi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng yang berlokasi di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, berdiri sejak 1964 dan didirikan oleh Tgk. H. Usman Ali atau Abu Kuta Krueng. Saat ini, pesantren tersebut membina sekitar 10.000 santri putra dan putri serta memiliki sejumlah cabang di Aceh dan luar daerah. (ivan)