Menag Ajak Jadikan Isra Mikraj Titik Balik Etika Lingkungan Umat

bumi pesantren | 16 Januari 2026 08:03

 

Ia menjelaskan, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mikraj tidak berhenti di langit, melainkan berlanjut dengan kembali ke bumi untuk menebar rahmat bagi seluruh alam. Spirit itulah yang seharusnya diwujudkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Salat yang khusyuk harus melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan enggan merusak lingkungan. Di situ kesalehan ritual bertemu dengan kesalehan sosial,” ujarnya.

 

Menag juga mencontohkan ajaran Nabi SAW tentang berhemat air saat berwudu. Prinsip tersebut, menurutnya, telah diterapkan di Masjid Istiqlal hingga memperoleh sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.