Menurut Menag, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Selama ini, ribuan mahasiswa harus menempuh studi langsung ke Mesir dengan berbagai tantangan jarak, ekonomi, dan situasi regional.
“Sudah waktunya Al-Azhar membuka cabang di Indonesia. Anak-anak Asia Tenggara cukup belajar di sini, dengan dosen dan sistem pembelajaran Al-Azhar disiapkan di Indonesia,” tegasnya.
Selain memperluas akses pendidikan, rencana ini juga dinilai dapat meringankan beban Mesir yang saat ini menghadapi lonjakan mahasiswa internasional dan tekanan ekonomi akibat situasi global. Menag menyebut gagasan tersebut telah mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.