SURABAYA, PustakaJC.co - Kegiatan OPOP Business Trip 2 pada Kamis, (22/1/2026) dilanjutkan dengan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong. Agenda ini menjadi bagian dari upaya OPOP Jawa Timur memperluas jejaring dan membuka peluang pemasaran internasional bagi produk pesantren binaan.
Rombongan diterima di aula KJRI oleh Audin Jauhari, penanggung jawab urusan perdagangan Indonesia di Hongkong. Ia menekankan peluang Hongkong sebagai pasar impor terbuka sekaligus pintu masuk ke Tiongkok daratan dan negara lain. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (23/1/2026).
“Produk pesantren memiliki peluang besar jika dilengkapi katalog dan materi promosi yang tepat,” ujar Audin.
Keberadaan lebih dari 170 ribu pekerja migran Indonesia di Hongkong juga dinilai menjadi basis awal pengenalan produk. KJRI menawarkan berbagai fasilitasi, termasuk bantuan promosi melalui katalog berbahasa Inggris dan peluang ikut pameran internasional di Hongkong, yang setiap tahun mencapai lebih dari 100 event spesifik sesuai kebutuhan pasar.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menyatakan apresiasi atas dukungan KJRI Hongkong. Menurutnya, ini menjadi motivasi bagi pesantren dan alumni yang tengah mengembangkan usaha untuk memperluas pemasaran hingga tingkat internasional.
Gus Ghofirin berharap pesantren mampu memanfaatkan peluang melalui peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran tepat. Dengan agenda OPOP Business Trip 2, OPOP Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi pesantren dan memperluas akses pasar global. (ivan)