Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran NU sebagai Penjaga Aswaja Nahdliyin

bumi pesantren | 26 Januari 2026 06:11

Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran NU sebagai Penjaga Aswaja Nahdliyin
Rais PBNU KH Abd Ala Basyir (paling kiri) bersama jajaran syuriyah PCNU Sumenep. (dok nuonline)

SUMENEP, PustakaJC.co - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abd A’la Basyir menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai fondasi keagamaan warga Nahdliyin melalui penguatan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

 

Hal itu disampaikan saat pertemuan jajaran harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmah 2025–2030 di kompleks Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat, (23/1/2026).

 

Menurut KH Abd A’la Basyir, konsistensi NU dalam menjaga manhaj Aswaja menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks. Aswaja, kata dia, bukan hanya identitas keagamaan, tetapi juga pijakan dalam merawat Islam yang moderat, berakar pada tradisi, serta responsif terhadap realitas kebangsaan. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (26/1/2026).

 

“Konsistensi ini tidak hanya penting bagi internal jamiyah, tetapi juga bagi keteguhan umat dalam menjalankan Islam yang moderat dan berwawasan kebangsaan,” ujar KH Abd A’la.