Enam Amalan Sunnah Puasa ala Syekh Muhammad Hasan Hitou

bumi pesantren | 05 Maret 2026 10:19

Enam Amalan Sunnah Puasa ala Syekh Muhammad Hasan Hitou
Syekh Hasan Hitou. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kabar duka datang dari Suriah. Ulama bermazhab Syafi’i, Syekh Muhammad Hasan Hitou, wafat pada Selasa, 24 Februari 2026, dalam usia 83 tahun. Lahir pada 1943 M (1362 H), ia dikenal sebagai pakar fikih dan ushul fikih yang produktif melahirkan karya ilmiah.

 

Salah satu magnum opus-nya adalah Mausu‘ah al-Fiqh al-Syafi‘i wa al-Muqaran (Ensiklopedia Fikih Syafi’i dan Perbandingan Mazhab) yang ditargetkan rampung 140–160 jilid. Hingga akhir hayatnya, sekitar 60 jilid telah diselesaikan. Selain itu, ia juga menulis Fiqhus Shiyam, kitab yang secara khusus mengulas fikih puasa Ramadhan. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (5/3/2026).

 

Dalam kitab inilah ia merangkum enam amalan sunnah puasa yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial.

 

1. Makan Sahur

 

Sahur disunahkan karena mengandung berkah, membantu kekuatan berpuasa, dan menjadi pembeda dari Ahlul Kitab. Waktunya dimulai dari pertengahan malam hingga terbit fajar. Bahkan, kesunahan sahur tetap terwujud meski hanya dengan seteguk air.