Khofifah Puji Kontribusi Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Qurani Berakhlak

bumi pesantren | 02 Februari 2026 07:54

Khofifah Puji Kontribusi Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Qurani Berakhlak
Kedekatan Gubernur Khofifah dengab para santri saat menghadiri Haflatul Imtihan dan Wisuda Tahfidzil Quran Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, Bangkalan. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam membekali ilmu agama sekaligus membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, Bangkalan, Minggu, (1/2/2026).

 

Khofifah menilai pesantren memiliki kekuatan utama pada kejelasan sanad keilmuan yang bersambung dengan para ulama besar. Menurutnya, ilmu yang diperoleh santriwati di Pesantren Nurul Cholil memiliki keistimewaan karena bersumber dari sanad keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (2/2/2026).

 

“Ilmu yang langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini, insyaallah terang sanad keilmuannya dan penuh manfaat serta barokah,” ujar Khofifah.

 

 

 

Gubernur yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu berharap ilmu yang diperoleh para santriwati tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberi kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di Jawa Timur.

 

Dalam kesempatan tersebut, turut digelar Wisuda Tahfidzil Quran bagi santriwati penghafal Al-Qur’an. Khofifah secara langsung menyampaikan ucapan selamat serta doa kepada para hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

 

“Kita semua tentu berharap memiliki putra-putri saleh dan salehah, terlebih hafiz dan hafizah yang kelak bisa mengantarkan keluarganya menuju surganya Allah SWT,” katanya.

 

 

 

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Khofifah memberikan uang saku masing-masing sebesar Rp500 ribu kepada 20 santriwati terpilih. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pembelian kitab serta memperdalam literatur keislaman.

 

“Ini tanda sayang dan penyemangat bagi para santriwati, sekaligus tambahan biaya untuk membeli kitab agar semakin giat mendalami literatur keislaman dan kitab-kitab kuning,” ujarnya.

 

Khofifah juga mengapresiasi peran para wali santri yang mendampingi dan merayakan kelulusan putri-putrinya dengan penuh kebahagiaan dan haru. Ia menilai dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan pesantren.

 

“Terima kasih atas dukungan seluruh wali santri. Semoga seluruh santriwati sukses, tercapai cita-citanya, dan ilmu yang diperoleh membawa manfaat luas,” pungkasnya. (ivan)