Menag menambahkan, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif, termasuk ruang belajar yang layak dan sarana digital agar santri tidak tertinggal perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru dan pengelola pesantren dalam keilmuan Islam dan metodologi pembelajaran adaptif.
Selain itu, Menag mendorong pesantren terus mengembangkan unit usaha produktif.
“Pemberdayaan ekonomi pesantren bukan hanya untuk menopang operasional, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kewirausahaan bagi santri,” tambah Menag.