Pengasuh Pesantren Al Itqon Bugen Semarang, K.H. Kharis Shodaqoh, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemenag terhadap pengembangan pendidikan di pesantren. “Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat sarana pembelajaran dan pengembangan kegiatan pendidikan, agar santri tidak hanya kuat keilmuan agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan akademik,” ungkap Kiai Kharis.
Pondok Pesantren Al Itqon Bugen menerapkan kurikulum kombinasi 40 persen kitab kuning dan 60 persen kurikulum nasional, dengan metode bandongan, sorogan, dan halaqah, dipadukan pembelajaran modern melalui diskusi tematik dan proyek kolaboratif. Model ini menjaga tradisi keilmuan klasik sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan kontemporer.
Kemenag berharap penguatan dukungan terhadap madrasah dan pesantren dapat melahirkan generasi santri yang unggul secara keilmuan, berkarakter, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman. (ivan)