Santri HIMAM Surabaya Layani Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71, Wujud Khidmah dan Pengabdian Tanpa Lelah

bumi pesantren | 03 Juni 2026 21:51

Santri HIMAM Surabaya Layani Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71, Wujud Khidmah dan Pengabdian Tanpa Lelah
Aktivitas santri dan alumni Mambaus Sholihin di dapur umum Haul Akbar Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Gresik. (Dok. Farhan)

GRESIK, PustakaJC.co – Rasa lelah seakan tidak terasa bagi para santri HIMAM Surabaya (Himpunan Alumni Mambaus Sholihin Surabaya) yang dengan penuh keikhlasan mendonasikan tenaga dan waktunya untuk menyukseskan kegiatan Haul Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf ke-71, Rabu (3/6/2026).

Semangat pengabdian itu tampak jelas di kawasan Jl. KH Zubair, lokasi penyelenggaraan haul akbar yang setiap tahunnya dipadati ribuan jamaah. Salah satu titik yang paling sibuk adalah dapur umum, tempat para santri dan alumni bergotong royong menyiapkan konsumsi untuk para tamu undangan dan jamaah haul.

Dengan penuh semangat, mereka bekerja tanpa mengenal waktu demi memberikan pelayanan terbaik. Bagi para relawan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar membantu kelancaran acara, tetapi juga menjadi bentuk khidmah dan ikhtiar untuk memperoleh keberkahan dari Al-Habib Abu Bakar Assegaf yang dikenal sebagai salah satu wali besar.

Menurut salah satu santri yang bertugas sebagai relawan, kegiatan haul menjadi momen yang sangat dinantikan. Selain melayani para jamaah, acara tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara santri dan alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. 

"Alhamdulillah, kami sebagai alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin tetap rutin setiap tahun menjadi panitia konsumsi Haul Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik. Kami juga memanfaatkan momen ini untuk reuni antar santri dan alumni sekaligus mencari keberkahan dari acara haul ini," tegas Ustadz Ahong, Koordinator Panitia Konsumsi sekaligus Koordinator HIMAM Surabaya.

Kegiatan yang dilakukan para santri dan alumni tersebut menjadi gambaran nyata kecintaan kepada para habaib serta semangat pengabdian yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Melalui pelayanan yang tulus kepada para jamaah, mereka berharap dapat memperoleh keberkahan sekaligus meneladani nilai-nilai keikhlasan yang diajarkan para guru dan ulama.

Selain menjadi sarana ibadah dan silaturahmi, haul juga menjadi pengingat pentingnya menghormati guru serta menjaga hubungan spiritual dengan para ulama yang telah berjasa dalam mendidik umat.

Karena itu, para relawan berharap masyarakat dapat meneladani semangat khidmah tersebut dengan terus mendoakan para guru, ulama, dan orang-orang saleh yang telah memberikan ilmu dan bimbingan. Dengan demikian, keberkahan tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat. (frchn)