MALANG, PustakaJC.co – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh Nahdliyin untuk mendoakan kedamaian bagi rakyat Palestina saat Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, (8/2/2026).
Dalam doa bersama yang dipimpinnya, KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa doa merupakan ikhtiar spiritual sekaligus solusi untuk menghadapi berbagai musibah dan penderitaan, termasuk yang dialami rakyat Palestina. Dilansir dari antarajatim.news, Minggu, (8/2/2026).
“Sebagai solusi untuk lepas dari segala hal yang tidak menyenangkan, seperti musibah yang sedang melanda saudara kita di Palestina, semoga semuanya mendapatkan yang terbaik dari Allah. Al-Fatihah,”ujar KH Miftachul Akhyar.
Selain mendoakan Palestina, Rais Aam PBNU juga mengajak Nahdliyin mendoakan Presiden RI Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin serta melindungi seluruh rakyat Indonesia.
“Semoga semua upaya, sikap tegas, dan kesetiaannya dalam mendampingi umat dimudahkan oleh Allah,” katanya.
Mujahadah Kubro tersebut merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama versi penanggalan masehi. Ribuan Nahdliyin dari Malang Raya—meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu—serta dari berbagai daerah di Jawa Timur turut memadati lokasi acara.
Sejak Sabtu (7/2), kawasan sekitar Stadion Gajayana telah dipadati jamaah. Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan massa hingga ke ruas Jalan Semeru, Jalan Bromo, dan Jalan Tenes. Di dalam stadion, tribun hingga area lapangan terisi penuh oleh peserta mujahadah.
Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB menggunakan mobil kepresidenan. Kehadirannya disambut antusias oleh para Nahdliyin, baik di dalam maupun di luar stadion.
Presiden hadir bersama sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta para kepala daerah Malang Raya. (ivan)