Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Prediksi Awal Ramadan 2026, Potensi Beda Hari Puasa

bumi pesantren | 09 Februari 2026 05:54

Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Prediksi Awal Ramadan 2026, Potensi Beda Hari Puasa
Ilustrasi umat Islam Indonesia menunggu pengumuman Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 2026. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, perbedaan penetapan awal puasa kembali berpotensi terjadi di Indonesia. Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal Ramadan 2026, yang membuka peluang perbedaan hari mulai berpuasa.

 

Ramadan 2026 Masehi bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kalender Hijriah, awal bulan ditentukan berdasarkan peredaran bulan (qamariyah), melalui metode hisab atau rukyatul hilal. Dilansir dari gresiksatu.com, senin, (9/2/2026).

 

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

 

Dalam maklumat itu dijelaskan, ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Dengan terpenuhinya kriteria wujudul hilal, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan dimulai keesokan harinya tanpa menunggu hasil rukyat.