Tebuireng Bedah Genealogi Qanun Asasi, Gus Kikin Tegaskan NU Lahir dari Tekanan Kolonial

bumi pesantren | 15 Februari 2026 08:39

Tebuireng Bedah Genealogi Qanun Asasi, Gus Kikin Tegaskan NU Lahir dari Tekanan Kolonial
Suasana Diskusi Genealogi dan Transformasi Al-Qanun Al-Asasi di Ponpes Tebuireng. (dok bhirawa)

 

 

JOMBANG, PustakaJC.coPondok Pesantren Tebuireng bersama Tebuireng Institute menggelar diskusi bertajuk Membedah Genealogi dan Transformasi Al-Qanun Al-Asasi, Sabtu, (14/2/2026). Forum ilmiah ini berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung KH Yusuf Hasyim, kompleks Tebuireng, dan diikuti 59 peserta dari unsur pimpinan pesantren, akademisi, hingga tim pengembangan kajian keilmuan.

 

Diskusi dipimpin Ketua Tebuireng Institute, KH Achmad Roziqi, dan dibuka keynote speech Pengasuh Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz. Dalam paparannya, kiai yang akrab disapa Gus Kikin itu menegaskan bahwa lahirnya Nahdlatul Ulama tidak bisa dilepaskan dari tekanan kolonial dan dinamika sosial-keagamaan saat itu. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Minggu, (15/2/2026).

 

“NU berdiri di tengah berbagai persoalan umat, khususnya ketika masyarakat berada dalam tekanan kolonialisme,” ujarnya.